Cegah Risiko Amputasi: Terapi Oksigen Hiperbarik untuk Luka Diabetes Kronis di Yogyakarta
Ancaman Hipoksia pada Luka Diabetes
Luka diabetes (ulkus diabetikum) pada kaki merupakan salah satu komplikasi metabolik yang paling dikhawatirkan. Kadar gula darah tinggi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang merusak pembuluh darah mikro (mikroangiopati), menyebabkan area kaki mengalami mati rasa (neuropati) dan kekurangan suplai oksigen (hipoksia kronis). Akibatnya, luka kecil dapat cepat berkembang menjadi borok bernanah, menghitam (gangren), dan berisiko amputasi.
Peran Terapi Hiperbarik dalam Menyelamatkan Jaringan
Terapi Oksigen Hiperbarik di RS Sedayu General Hospital menjadi pilar utama dalam penanganan luka kronis yang sulit sembuh melalui tiga mekanisme biologis:
• Membasmi Bakteri Anaerob: Kuman perusak jaringan pada luka gangren hidup subur di lingkungan tanpa oksigen. Paparan oksigen murni bertekanan tinggi bersifat toksik bagi bakteri tersebut dan melipatgandakan kemampuan sel darah putih dalam menetralkan infeksi.
• Merangsang Pembentukan Pembuluh Darah (Angiogenesis): HBOT memicu pelepasan faktor pertumbuhan alami (Vascular Endothelial Growth Factor) yang menumbuhkan cabang pembuluh darah baru untuk mengalirkan nutrisi ke dasar luka.
• Mempercepat Penutupan Kulit: Mempercepat perkembangbiakan sel fibroblas untuk memproduksi serat kolagen penutup luka.
Penanganan Menyeluruh di Advanced Wound Care Center
Kami memadukan terapi HBOT dengan teknik perawatan luka modern (modern moist dressing), kontrol gula darah ketat bersama Dokter Spesialis Penyakit Dalam, serta tindakan pembersihan jaringan mati (debridement) steril oleh Dokter Spesialis Bedah.
Berikan harapan kesembuhan terbaik bagi luka diabetes keluarga Anda. Jangan sampai terlambat! Konsultasikan jadwal evaluasi luka di RS Sedayu General Hospital via Official WhatsApp SGH sekarang yaa😊